sungguh aku hanya manusia biasa, yang punya batasan atas apapun kecuali tanpa kehendak-Mu.
aku akan terus berusaha selama ku mampu, bertahan dan percaya pada -Mu.
kenapa sabar itu rasanya sangat pahit ya-Allah, apakah buah nya akan terasa ranum nantinya?
diam dan bersabar sungguh bagaikan senjata dengan ujung yang runcing. jika kita tergelincir sedikit saja, maka sakitnya akan sangat menusuk.
saat kita ada di puncak kesabaran dan merasa apa yang terjadi sudah di luar batas, maka amarah yang tersimpan selama ini akan meluap.
sesal yang kurasa saat emosi itu menyelimuti adalah sesak yang teramat sakit, seperti monster yang mengamuk.
diam dan melupakan semuanya adalah hal yang paling bisa ku kuasai saat monster itu datang. mungkin itu adalah hal yang dilakukan pengecut oleh sebagian orang, tapi bagi ku itulah hal yang paling bisa ku lakukan.
tapi sungguh aku tak kuasa menahan semua rasa lelah akan keinginan ku yang di kesampingkan, semua cemoohan, semua yang meremehkan.
maafkan aku atas segala keluhan, sungguh aku hanya seorang bocah yang tersesat di tengah keramaian. kebingungan dan selalu di jaga oleh orang atas apa yang ku lakukan.
berilah aku kesabaran yang lebih, lebih dan lebih.. aku mohon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar