Kamis, 06 Februari 2014

Mid Night Menyeramkaannn

heyy gang's/ i mean guys... hehe

gue mau review apa yang gue lakuin semalem nihh.. mau denger, mau denger?? gak! pastinya .. tapi gak apa apa gue share aja yeeh

semalem itu gue midnight bareng pacar a.k.a BUBULLL hehe.. oh iya btw gue udah setahun gak muncul dan sekarang tiba tiba cerita???!! yaa gapapa laah yahh.. bahas asal muasal si bubull nanti nanti aja yaah hehe

nih dia pelem yang semalem ane tonton midnightttt
berhubung gue penggemar film film begini.. jadi yaa gue ajak aja si bubul nonton. dan dia pun bertanya di saat perjalanan menuju bioskop..
bubul : " aku khawatir deh yang sama kamu, demen banget nonton film kaya gini"
gue    : " mungkin film nya sesuai sama pasion aku''

dan cowo gua pun bilang
'' asal jangan dilampiasin ke aku aja,,"

back to the film>>>

film ini bener-bener psycho bangett... gua saranin yah bagi lo yang takut darah.. don't even try to watch this movie, karena efeknya jet lag buat gue. alias mual mabok mau muntah dsb.

film ini tentang seorang jepang psycho yang ketagihan membunuh, dan seorang indonesia yang terpaksa harus membunuh. Nomura adalah seorang pembunuh sadis yang merekam pembunuhannya setiap kali aksinya dilakukan. dan Bayu yang terpaksa membunuh karena terdesak dan tidak sengaja merekam saat saat kematian penjahat tersebut. mereka berkenalan karena Bayu mengupload video tersebut dan Nomura menyukainya. perkenalan dimulai dan apa yang Nomura katakan mempengaruhi Bayu sepenuhnya tentang hasrat membunuh yang akan terus bertambah.

tonton ajelaah pokoknya bagus..

nah sekarang tentang gue,, after nonton film ini pulang dong pastinya. jam udah nunjuk ke setengah 12 malam. ehh pas sampe parkiran ternyata kunci motor ilang!
OMG! panik gue pas tau, dan kesel juga kenapa si bubul mesti lupaan kaya gituuhh
alhasil naiklah lagi kita ke bioskop dengan Mall yang sudah sepi bahkan sangat sepi. Bioskop pun sudah ditutup dengan lampu yang sudah mati. Untung satpamnya baik, kita ditemenin dan dipinjemin senter buat cari kunci. and GUESS WHAT!! there's nothing .. gak ada apa-apa yang ketinggalan..

balik lagi ke bawah dan nanya security takut kuncinya emg masih nyangkut dimotor pas kita dateng tadi.. dan ternyata benerrr.. tuh kunci ama kang parkirnya! petugas parkir sebenernya udah kode buat dikasih salam tempel ucapan terima kasih dari kita. tapi kata bubull, biarin aja lah gak usah emang udah tugas dia jaga parkiran Mall nolongin kita.

dasssarrr bubull hihihi

Kamis, 14 Februari 2013

Allah always be there


sometimes when we think we are alone, only our self stand in the middle of the night. cold, dark, silent, no one, no one else. but remember.. ALLAH SWT is always be there. in every where we are, when ever, and who ever we are.

Allah swt never leave us alone. believe and trust on faith.. 


Selasa, 20 November 2012

awake - secondhand serenade

With every appearance by you, blinding my eyes, 
Setiap kemunculanmu, membutakan mataku 
I can hardly remember the last time I felt like I do 
Tak kuingat kapan terakhir kali kurasakan ini 
You're an angel disguised 
Engkau adalah bidadari yang sedang menyamar

And you're lying real still
Dan kau terbaring diam
But your heart beat is fast just like mine
Namun jantungmu berdetak cepat seperti jantungku
And the movie's long over
Dan film pun tlah lama usai
That's three that have passed, one more's fine
Sudah tiga film yang kita tonton, satu lagi pun tak mengapa

CHORUS
Will you stay awake for me?
Akankah kau terus terjaga untukku?
I don't wanna miss anything
Tak ingin kulewatkan satu hal pun
I don't wanna miss anything
Tak ingin kulewatkan satu hal pun
I will share the air I breathe
Kan kubagi udara yang kuhirup
I'll give you my heart on a string
Kan kuberikan padamu hatiku yang kasmaran ini
I just don't wanna miss anything
Tak ingin kulewatkan satu hal pun

I'm trying real hard not to shake
Aku berusaha sekuat tenaga agar tak gemetar
I'm biting my tongue
Kugigit lidahku
But I'm feeling alive 
Namun aku merasa hidup
And with every breathe that I take
Dan bersamaan setiap nafas yang kuhirup
I feel like I've won
Rasanya aku tlah menang
You're my key to survival
Engkaulah kunciku untuk bertahan

And if it's a hero you want
Dan jika seorang jagoan yang engkau inginkan
I can save you. Just stay here.
Aku bisa menyelamatkanmu. Tetaplah di siniYour whispers are priceless
Bisikanmu sangatlah berharga
Your breath, it is dear. So please stay near
Begitu pula nafasmu, sayang. Jangan menjauh.

CHORUS

Say my name. I just want to hear you.
Ucapkan namaku. Ingin kudengar dirimu
Say my name. So I know it's true.
Ucapkan namaku. Agar aku tahu ini nyata
You're changing me. You're changing me.
Kau mengubahku. Engkau mengubahkan
You showed me how to live
Kau tunjukkan padaku cara untuk hidup
So just say. So just say
Katakanlah. Katakanlah

CHORUS

Jumat, 15 Juni 2012

in early

Ini yg bikin gue ingin setiap hari menuntut hak gue! Gue bisa tahan kok dgn apapun kta org! Terserahlah gw mau dianggap apa, benalu? Pasrah? Bego? Peduli amat! Like there's no life without it? Take care of your word.

hidup adalah sebuah proses belajar

saat kecil apakah kita langsung belajar? tentu saja . Kita belajar menyesuaikan diri dengan dunia. Perlahan membuka mata, menikmati hangatnya dunia luar rahim ibu kita. Perlahan kita belajar melihat dia, ibu yg melahirkan kita. Mengenali wajahnya, mengingat bau tubuhnya, dan merasakan kehangatan kasihnya. Saat terbiasa, mulailah kita untuk belajar menyesuaikan diri dgn tubuh kita. Belajar berjalan, sampai kita jatuh berjuta kali. Belajar berbicara walau selalu terbata. Belajar mengenali mereka yg menyayangi kita. Belajar membaca, menghitung, mewarnai, menggambar, berimajinasi. Dan belajar bermimpi. Sejak kecil kita telah diajari untuk gantung kan mimpi mu setinggi langit. Apakah saat itu seorang anak kecil akan bertanya bagaimana bila jatuh? Pasti rasanya akan sakit. Tapi, tentu saja tidak. Kita sbg anak kecil tentu akan berfikir apa yang akan aku impikan nanti? Malah kenyataan nya anak kecil pasti akan punya banyak mimpi.

Selasa, 12 Juni 2012

Mencintaimu karena Allah SWT


Mencintaimu karena Allah SWT

“Sebaik-baik amal adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah”

Hadist yang di riwayatkan oleh Abu daud dari Abu Dzar inilah yang selalu ada di fikiran ku. Selalu kucari apa maksud dari hadits ini, aku bertanya pada Guru dan teman. Aku pun menanyakan apa pendapat mereka. Dan apa yang ku dapat adalah
“Jika engkau mencintai seseorang hendaklah karena orang itu menaati Allah dan menjadi kekasih Allah. Ketika orang itu bermaksiat terhadap-Nya maka anda harus membencinya karena ia telah bermaksiat terhadap Allah dan menjadi orang yang di benci Allah.” Ini adalah jawaban dari seseorang yang kutanyakan.

Sebagai manusia sungguh sangat manusiawi jika ada perasaan suka pada lawan jenis. Begitupun aku.
Dia adalah laki-laki yang begitu taat dalam pandangan ku, ku kagumi dia. Entah apa ia tahu atau tidak. Sungguh lelaki saleh yang pantas diidamkan. Namanya Rayhan.

Mungkin tidak hanya aku wanita yang mengaguminya diam-diam. Tapi ketakutan hatiku untuk menunjukkan padanya selalu membatasi ku. Tapi aku sungguh mencintai nya karena Allah.

Kami terbilang dekat, kami sering bertukar pendapat biarpun hanya lewat pesan singkat dan pertemuan yang hampir terbilang jarang. Dan pemikirannya pun berhasil membuat kekaguman ku semakin bertumpuk.

Sebagai wanita muslim tentu aku menginginkan seorang imam yang saleh dan bisa membimbing ku.

Aku tak tahu apa kah dia merasakan apa yang kurasakan, tapi bagi ku ini adalah hubungan spesial. Biarpun kami pergi berdua tapi dia selalu memperlakukan ku sopan dan dia sangat bersahabat.

“YaAllah apakah aku salah atas rasa suka ini? Kenapa aku merasakan perasaan yang begitu dalam tehadap salah satu hamba mu itu, ampuni aku yaAllah atas perasaan hati ini tatkala rasa ini jadi begitu besar daripada terhadap mu” selalu ucapku dalam doa.


**

Tapi ternyata apa yang aku rasa adalah kekeliruan, kau tahu ternyata dia sama saja dengan lelaki lainnya. Atau itu hanya pendapatku yang sedang dalam kegundahan ini?

Hati ku sangat sakit saat aku melihatnya berpegang tangan dan bercanda dengan Sheria. Entah ada hubungan apa antara mereka, mereka serig terlihat berduaan jalan bersama, perpustakaan, restoran, atau kemanapun.

Aku berfikir dia telah menjadi milik nya, dan kurasa mereka sudah pacaran. Dan tak pantas rasanya aku mengharapkan dia yang telah menjadi kekasih orang lain. Aku mencoba membuang perasaan ini, tapi ternyata malah tumbuh semakin besar. Aku jadi lebih sering memikirkannya. Menangisi kehadirannya yang hilang untuk ku. Sempat ku berfikir “yaAllah kenapa harus dia yang selalu ada di fikiranku”

Karena semua sikapnya terhadap ku tak pernah berubah membuat ku semakin sakit. Apakah selama ini sikap nya kepada ku hanya sekedar untuk kesopanan saja?

Saat itu betapa terkejutnya aku melihat dia berciuman dengan Sheira di belakang kampus.

“brrrrrraaak” suara buku-buku ku yang jatuh saat aku menabrak meja rusak di belakang kampus. Saat ku menoleh tak menyangka aku melihat pemandangan yang tidak pantas itu.

“Rayhan!” sontak aku membentak nya.

Aku tak tahu apa yang ada di fikiran ku saat itu. Aku begitu marah dan seakan ingin menamparnya. Entah kenapa dengan begitu bodohnya aku pergi dari tempat itu tanpa membawa semua buku-buku ku, sambil menahan amarah dan tangis ku.

Aku pergi dan tak menengok sedikitpun ke belakang, tujuan ku saat itu adalah tempat sepi untuk ku meluapkan emosi ini. Akhirnya aku berhenti di bangku taman tak jauh dari fakultas ku. Aku menitihkan air mata ku, aku menahannya agar aku tak tersedu-sedu. Tapi begitu sulit aku menahannya. Aku menggigit bibirku sampai tak terasa berdarah.
Sesaat tersadar aku berfikir, untuk apa aku meratapi yang tak seharusnya.


“yaAllah maafkan lah hambamu yang hina ini, meratapi apa yang tak seharusnya. Bodohnya hamba yang mencintai dia melebihi Mu, sungguh hina nya aku”

Keesokan harinya Rayhan datang padaku, dan bertanya.

“kemarin kau melihatnya?”

“ya” jawabku singkat

“kenapa kau menjatuhkan buku mu?” Tanya nya sambil mengembalikan buku ku.
Aku terdiam sejenak, dan langsung mengambil buku ku dan pergi.
Sejak hari itu, aku tak pernah mau bertemu dengan nya. Aku menghindari nya. Sampai acara kelulusan atau wisuda pun aku tak pernah melihatnya. Entah apa ia menyadari nya atau tidak.

***

Dua tahun setelah wisuda, setelah sekian lama akhirnya aku bertemu dengan nya.


Aku mengabdikan diri ku pada taman kanak-kanak milik ibuku. Tiba-tiba dia datang dan memberikan ku undangan. Untuk sesaat dia tidak menyadari kalau itu aku. Aku diam dan hanya menunduk. Aku pura-pura tidak mengenalnya.
Dia memberikan TK ku undangan untuk menghadiri salah satu acara perusahaannya. Pembukaan taman hiburan baru milik perusahaan nya.

Esok hari nya aku dan anak-anak TK pergi menghadiri acara tersebut. Anak-anak sangat senang mereka berlarian kesana kemari di tempat seluas itu, tapi ada yang aneh bagi ku.

“Kenapa taman hiburan sebesar itu hanya ada kami sampai tengah hari begini?” fikir ku dalam hati.

Tak berapa lama saat aku kembali dari toilet, tiba-tiba aku di sendirian disana dan semua orang tidak ada!

Aku terkejut melihat dia berdiri di hadapan ku dan memberikan buku harianku. Aku tak pernah ingat kalau buku itu hilang, saksi bisu betapa saat itu rasa ku sangat besar terhadapnya. Dan ternyata dia mengenaliku dari kemarin.
Wajah ku memerah, malu aku saat ingat apa yang aku tulis di buku harian itu. Aku terdiam.

“maafkan aku” kata nya

“maaf untuk apa?” jawabku

“atas sikap ku waktu itu. Aku tidak menyadari….” Dia terdiam menghela nafas.

Suasana pun hening dan aku pun tetap diam memerah

“em kalau kau lah wanita yang selalu ada di samping ku. Harusnya aku menyadari nya dari dulu. Aku…ingin..”

“kau tak perlu minta maaf pada ku, bukan aku yang kau zolimi. Tapi dirimu sendiri. Aku bukan siapa-siapa dan bukan urusan ku tentang hdup mu. Tapi aku sebagai sesama muslim hanya ingin mengingatkan mu, kalau perbuatan mu dulu itu adalah mendekati zina. Maaf aku mau mencari murid ku” sanggah ku langsung pergi.

“tunggu” dia menghentikan ku sambil menarik tanganku.

“astaghfirullah, lepas kan tanganku kita bukan muhrim!” bentak aku seraya memberontak

“aku ingin menjadi muhrim mu” ucapnya tegas.

Aku menatapnya dalam dan berhenti berontak, aku hanya coba meyakinkan apa yang dia ucapkan dalam otakku. Perlahan dia melepaskan genggamannya.

“maaf aku tak bisa” ucap ku lirih

“tapi kenapa?”

“karena aku mencintai mu karena Allah, dan kau telah melakukan kesalahan yg mengharuskan ku membenci mu karena Nya”

“berarti kau tak memaafkan ku?”

“aku sudah memaafkan mu, tapi hati ku tidak. Kau tak bisa seenaknya datang dan pergi seperti ini. Kita tak bertemu beberapa tahun dan kau tiba-tiba melamarku? Siapa kau sekarang dan siapa aku sekarang apakah kau tahu? Pernikahan adalah suci” jelas ku

“bisa kah kau memberikan ku waktu agar kau bisa mencintai ku?” ucapnya memohon

“aku akan mencintai mu karena Allah SWT” jawabku

“teman teman ku mana hiks hiks” tiba-tiba ada suara anak yang merengek dengan keras.

“ Amanda!” seru ku, tangisan nya menghentikan obrolan kami

“kamu dari mana? Kok gak ikut sama yang lain nonton pertunjukkan di dalam?” sapa Rayhan menenangkannya, ia menghapus air mata Amanda dan menggendongnya.

Ternyata sikap lembutnya tak pernah berubah. Dan aku rasa benih yang sudah kucabut sampai akar ini akan muncul lagi, dan mungkin akan tumbuh dengan cepat.



****
Sejak hari itu dia selalu datang ke TK ku dan bermain bersama anak-anak. Membelikan mereka mainan baru, membantuku mengajar dan bahkan bersedia kotor-kotoran untuk pelajaran kesenian. Dia menawarkan diri untuk menjadi guru kesenian di TK. Aku hanya mengiyakan keinginannya itu.

Aku rasa hati ini sudah terbiasa kembali dengan nya. Aku mulai mengaguminya lagi.

Tak terasa sudah sebulan kebiasaan ini berjalan, kami makin sering tertawa dan menghabiskan waktu bersama.

Sampai salah satu orang tua murid ada yang mengatakan pada kami,

“loh kok Bu Kiran nikah gak ngundang-ngundang sih”
“iya nih, undang kita dong bu” sahut ibu yang lain
“ah eh kita bukan pasangan suami istri kok, Cuma teman” bantah ku
“Cuma teman kok serasi banget sih, kompak lagi” canda ibu-ibu itu
Muka ku memerah padam, dan tiba-tiba kata kata itu terlontar dari mulutnya

“iya bu, kita belum menikah kok. Kita baru mau nikah dua minggu lagi rencananya” kata-kata Rayhan membuat ku tercengang. Dan sifat spontan ku pun keluar.

“dua minggu? Kau saja belum melamar ku! ups” ucap ku spontan

“maka aku akan melamar mu disini, sekarang. mau kah kau menjadi kharim ku Annisa Kiran Az-Zahra?

“a a ku….” Aku terbata dan terkejut!

“terima!, terima!, terima!” sorak ibu-ibu dan anak-anak muridku di luar kelas

“iya aku bersedia” jawabku tanpa pikir panjang lagi dengan senyum bahagia terlukis indah di wajahku.

Kami pun menikah, dan membangun keluarga yang sakinah mawadah warohmah.

Sungguh cinta itu indah jika karena Allah. Jangan pernah landaskan cinta mu karena nafsu, dan jangan pernah mencintai nya lebih dari engkau mencintai Sang Khalik. Dialah Allah Swt yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. J